Obral!

Post-truth, Berita Hoaks dan Restorasi Stabilitas Politik dalam Masyarakat Digital

Harga aslinya adalah: Rp150.Harga saat ini adalah: Rp80.

Buku ini menyediakan instrumen analitis bagi akademisi dan pembuat kebijakan. Kita memiliki akses ke model restorasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pembaca langsung menerapkan strategi ketahanan epistemik di komunitas masing-masing. Karya ini memperkuat fondasi demokrasi dan memastikan ruang publik digital milik kita tetap rasional dan berkeadaban.

Kategori: Tag: ,

Deskripsi

Judul Buku: Post-truth, Berita Hoaks dan Restorasi Stabilitas Politik dalam Masyarakat Digital

Penulis: Dr. Dharma Leksana M.Th. M.Si.

Penerbit: PT Dharma Leksana Media Group

Tahun Terbit: 2025

Ruang digital kita mengubah cara masyarakat memproduksi dan mempercayai informasi. Fakta objektif kehilangan pengaruhnya. Emosi dan identitas kelompok kini menentukan sikap politik. Data menunjukkan polarisasi di ruang digital meningkat akibat algoritma yang memprioritaskan keterlibatan emosional. Buku ini menjawab krisis epistemologi tersebut. Penulis merumuskan kerangka restorasi stabilitas politik digital untuk mengembalikan fondasi demokrasi milik kita.

Penulis membangun argumen menggunakan teori ekonomi politik perhatian dan psikologi kognitif. Buku ini menjelaskan mekanisme bias kognitif seperti confirmation bias dan illusory truth effect. Platform digital mengekstraksi perhatian pengguna untuk keuntungan komersial. Algoritma menciptakan isolasi informasi yang menutup pengguna dari pandangan berbeda. Penulis menyertakan analisis kontekstual tentang elektoral di Indonesia. Data menunjukkan hoaks beroperasi sebagai instrumen strategis untuk memobilisasi sentimen identitas.

Buku ini terdiri dari sepuluh bab yang disusun secara progresif. Pembahasan dimulai dari genealogi post-truth dan psikologi disinformasi. Penulis membedah tipologi hoaks dan peran aktor di balik produksinya. Bagian selanjutnya mengurai arsitektur algoritma dan kapitalisme platform. Penulis membawa pembaca ke konteks Indonesia untuk melihat dampak langsung terhadap kohesi sosial. Bab akhir menawarkan model restorasi stabilitas politik yang memadukan literasi digital dan etika media serta kebijakan publik.

Buku ini memberikan panduan langsung untuk praktisi dan masyarakat. Kita menemukan strategi kultural untuk membangun ketahanan epistemik. Penulis merumuskan langkah konkret tata kelola ruang digital yang demokratis. Institusi pendidikan dan komunitas sipil mendapatkan kerangka kerja untuk mengintegrasikan literasi digital kritis ke dalam kurikulum. Pembuat kebijakan memiliki panduan strategis untuk meregulasi platform tanpa mencederai kebebasan berekspresi.

Berikut poin penting untuk kampanye promosi di media sosial kita:
1. Krisis Epistemologi: Buku ini memetakan runtuhnya otoritas kebenaran dan bangkitnya politik emosi di ruang digital.
2. Mekanisme Algoritma: Penulis menganalisis cara platform digital mengeksploitasi perhatian dan menciptakan polarisasi.
3. Konteks Indonesia: Analisis mendalam tentang penggunaan hoaks dalam siklus elektoral dan mobilisasi identitas.
4. Restorasi Stabilitas: Tersedia kerangka kerja integratif untuk memulihkan fondasi demokrasi melalui literasi dan kebijakan.
5. Panduan Praktis: Memberikan langkah konkret bagi jurnalis dan pendeta serta guru dalam menjaga etika digital.

Buku ini menyediakan instrumen analitis bagi akademisi dan pembuat kebijakan. Kita memiliki akses ke model restorasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pembaca langsung menerapkan strategi ketahanan epistemik di komunitas masing-masing. Karya ini memperkuat fondasi demokrasi dan memastikan ruang publik digital milik kita tetap rasional dan berkeadaban.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Post-truth, Berita Hoaks dan Restorasi Stabilitas Politik dalam Masyarakat Digital”