Obral!

Teologi Pastoral Kristen di Era Digital: Fondasi, Transformasi dan Praktik Pelayanan Gereja di Peradaban Siber

Harga aslinya adalah: Rp150.Harga saat ini adalah: Rp100.

Buku ini menyediakan instrumen praktis bagi pendeta dan pemimpin pelayanan. Kita memiliki akses ke model konseling virtual dan strategi misi digital. Pembaca langsung menerapkan konsep pastoral hibrida di jemaat masing masing. Karya ini memperkuat fondasi teologi digital dan memastikan pelayanan gereja tetap menjadi ruang kasih di tengah perubahan teknologi.

Deskripsi

RESENSI BUKU TEOLOGI PASTORAL KRISTEN DI ERA DIGITAL

Identitas Buku Judul: Teologi Pastoral Kristen di Era Digital: Fondasi, Transformasi dan Praktik Pelayanan Gereja di Peradaban Siber

Penulis: Dr. Dharma Leksana M.Th. M.Si.
Penerbit: PT Dharma Leksana Media Group
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 198 halaman

KONTEKS DAN URGENSI

Gereja kita melayani umat yang hidup di dua ruang sekaligus. Ruang fisik dan ruang siber. Data menunjukkan lebih dari 58 persen konten polarisasi di ruang digital Indonesia berkaitan dengan isu agama. Umat kita mengalami kesepian digital dan kelelahan mental akibat algoritma.

Buku ini hadir menjawab krisis eksistensial tersebut. Penulis merumuskan ulang teologi pastoral agar gereja tetap relevan dan hadir sebagai ruang pemulihan di tengah peradaban siber.

LANDASAN TEORI DAN ARGUMEN

Penulis membangun argumen menggunakan teori masyarakat jaringan Manuel Castells dan konsep infosphere Luciano Floridi. Buku ini menjelaskan pergeseran eklesiologi dari gereja berbasis lokasi geografis menuju gereja berbasis jaringan. Konsep inkarnasi digital menjadi landasan utama. Gereja harus hadir secara autentik di ruang siber untuk membentuk persekutuan yang sehat. Penulis juga mengintegrasikan pemikiran Antonio Spadaro tentang cybertheology dan psikologi digital Sherry Turkle.

STRUKTUR DAN ISI PEMBAHASAN

Buku ini terdiri dari empat bagian utama dan lima belas bab.

Bagian pertama meletakkan fondasi teologis dan filosofis.
Bagian kedua membahas transformasi praktik pastoral seperti liturgi digital dan konseling virtual.
Bagian ketiga mengupas peran gereja dalam etika publik dan moderasi beragama. Bagian keempat memberikan peta jalan strategis untuk dua puluh tahun ke depan.

Kita menemukan panduan langsung untuk praktisi. Penulis menyertakan model hermeneutika pastoral digital dan kerangka kerja pemulihan trauma siber. Buku ini memberikan langkah konkret untuk menangani cyberbullying dan kecanduan algoritma dari sudut pandang pastoral.

POIN PROMOSI MEDIA SOSIAL

Berikut poin penting untuk kampanye promosi di media sosial kita:
1. Paradigma Baru: Buku ini memindahkan pusat pelayanan pastoral dari sakristi fisik menuju ekosistem digital yang holistik.
2. Teologi Inkarnasi Digital: Penulis memberikan landasan teologis yang kokoh tentang kehadiran Kristus di ruang siber.
3. Penanganan Trauma Siber: Tersedia panduan praktis untuk mendampingi umat yang mengalami kekerasan digital dan kelelahan mental.
4. Etika Algoritma: Buku ini membekali pemimpin gereja dengan kerangka etika untuk menghadapi bias data dan polarisasi digital.
5. Peta Jalan Gereja: Penulis menyediakan rencana implementasi lima tahap untuk transformasi digital gereja hingga dua puluh tahun ke depan.

SASARAN DAN NILAI GUNA

Buku ini menyediakan instrumen praktis bagi pendeta dan pemimpin pelayanan. Kita memiliki akses ke model konseling virtual dan strategi misi digital. Pembaca langsung menerapkan konsep pastoral hibrida di jemaat masing masing. Karya ini memperkuat fondasi teologi digital dan memastikan pelayanan gereja tetap menjadi ruang kasih di tengah perubahan teknologi.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Teologi Pastoral Kristen di Era Digital: Fondasi, Transformasi dan Praktik Pelayanan Gereja di Peradaban Siber”