Deskripsi
Resensi Buku Ekologi Algoritma Dan Iman Kristiani
IDENTITAS BUKU
Judul: Ekologi Algoritma Dan Iman Kristiani
Subjudul: Konsumerisme, Algoritma dan Tanggung Jawab Gereja di Era Peradaban Baru
Penulis: Dr. Dharma Leksana M.Th. M.Si.
Tahun Terbit: 2025
Tebal: 127 halaman
ISU UTAMA
Kita sering menganggap dunia digital sebagai ruang maya tanpa bobot fisik. Buku ini membantah asumsi tersebut. Dr. Dharma Leksana menunjukkan bahwa setiap klik kita menyimpan jejak material yang merusak bumi. Algoritma adalah mesin hasrat yang mengeksploitasi mineral bumi dan memanipulasi psikologi kita. Buku ini mengajak kita melihat dunia digital sebagai ekosistem moral dan ekologis yang menuntut pertobatan.
ARGUMEN UTAMA DAN DATA
Penulis membangun argumen melalui tiga pilar utama.
Pertama, materialitas dunia digital. Pusat data global mengonsumsi listrik setara negara industri. Streaming video dan penyimpanan awan menghasilkan emisi karbon masif. Limbah elektronik mencapai 62 juta ton per tahun dan hanya 17 persen yang terolah benar.
Kedua, manipulasi psikologis. Algoritma menciptakan ekonomi perhatian. Fitur infinite scroll dan notifikasi dirancang untuk memicu dopamin dan ketakutan akan ketertinggalan. Kita kehilangan kebebasan memilih karena sistem mendikte keinginan kita.
Ketiga, ketidakadilan global. Rantai pasok digital menciptakan penderitaan tersembunyi. Pertambangan kobalt di Afrika dan pembuangan limbah di Ghana menunjukkan bentuk kolonialisme baru. Negara berkembang menanggung beban ekologis demi kenyamanan negara maju.
LANDASAN TEORI
Buku ini mengintegrasikan berbagai teori mapan untuk membedah krisis digital. Penulis menggunakan konsep kapitalisme pengawasan dari Shoshana Zuboff untuk menjelaskan ekstraksi data perilaku. Teori aktor-jaringan dari Bruno Latour membantu kita memahami algoritma sebagai aktor moral yang mengarahkan tindakan. Pemikiran René Girard tentang keinginan mimetik menjelaskan budaya influencer. Etika tanggung jawab Hans Jonas menjadi dasar moral bahwa setiap tindakan digital kita berdampak pada generasi mendatang.
INSIGHT PRAKTIS
Gereja tidak boleh diam di tengah krisis ini. Buku ini menawarkan panduan praksis bagi komunitas kita.
• Kita perlu membangun literasi digital etis di lingkungan gereja.
• Kita harus menerapkan puasa digital dan sabat digital untuk memulihkan ritme jiwa.
• Kita wajib memilih perangkat elektronik hingga akhir masa pakai untuk menekan limbah.
• Kita perlu mendukung regulasi yang mewajibkan transparansi rantai pasok teknologi.
• Kita harus mengubah liturgi pengakuan dosa dengan menyertakan pertobatan ekologis digital.
TARGET PEMBUCA
Karya ini wajib kita baca untuk memahami kompleksitas zaman. Buku ini menyajikan analisis transdisipliner yang menghubungkan teologi, ekologi dan ilmu data.
Kalangan akademisi, pendeta, aktivis lingkungan dan mahasiswa teologi akan menemukan kerangka berpikir baru di sini. Segera miliki buku ini untuk membimbing kita membentuk ekologi digital yang adil dan berkelanjutan.
Mari kita kembalikan ritme hidup kita agar selaras dengan iman dan kelestarian bumi.






Ulasan
Belum ada ulasan.