Obral!

Peran Gereja Dalam Membangun Kesadaran Ekologis

Harga aslinya adalah: Rp120.Harga saat ini adalah: Rp80.

Kita menghadapi krisis ekologi global yang mengancam keberlanjutan hidup. Laporan IPCC menunjukkan dunia bergerak menuju batas ekologis. Buku ini membantah pandangan bahwa krisis lingkungan hanya urusan teknis atau kebijakan. Dr. Dharma Leksana menempatkan krisis ekologi sebagai krisis kesadaran spiritual dan moral. Gereja memiliki kapasitas transformasional untuk membentuk kesadaran ekologis individu dan masyarakat.

Kategori: , , Tag: ,

Deskripsi

IDENTITAS BUKU

Judul: Peran Gereja Dalam Membangun Kesadaran Ekologis
Penulis: Dr. Dharma Leksana M.Th. M.Si.
Tahun Terbit: 2025
Penerbit: PT Dharma Leksana Media Group
Kota Terbit: Jakarta

ISU UTAMA

Kita menghadapi krisis ekologi global yang mengancam keberlanjutan hidup. Laporan IPCC menunjukkan dunia bergerak menuju batas ekologis. Buku ini membantah pandangan bahwa krisis lingkungan hanya urusan teknis atau kebijakan. Dr. Dharma Leksana menempatkan krisis ekologi sebagai krisis kesadaran spiritual dan moral. Gereja memiliki kapasitas transformasional untuk membentuk kesadaran ekologis individu dan masyarakat.

ARGUMEN UTAMA DAN DATA

Penulis membangun argumen melalui integrasi filsafat ekologi dan teologi ciptaan.

Pertama kesadaran ekologis memiliki tiga dimensi. Dimensi kognitif memberikan pengetahuan sistem ekologis. Dimensi afektif membangun empati terhadap alam. Dimensi konatif mendorong tindakan nyata melindungi kehidupan.

Kedua gereja lokal di Indonesia sering memisahkan spiritualitas dari bumi. Pelayanan gereja berfokus pada liturgi internal serta mengabaikan advokasi ekologis. Padahal Indonesia menghadapi deforestasi masif dan krisis air.

Ketiga penulis menawarkan model Transformasi Spiritual. Model ini mengintegrasikan teologi penciptaan dan liturgi ekologis. Gereja mengubah paradigma dari antroposentris menuju ekosentris.

LANDASAN TEORI

Buku ini menggunakan teori land ethic dari Aldo Leopold untuk menempatkan manusia sebagai bagian komunitas biotik. Pemikiran Arne Naess tentang deep ecology menolak dominasi manusia atas alam. Teologi ciptaan dari Jurgen Moltmann dan Sallie McFague menjadi dasar normatif bahwa bumi adalah ruang kehadiran Allah. Hans Jonas memberikan kerangka etika tanggung jawab untuk melindungi generasi mendatang.

INSIGHT PRAKTIS

Buku ini memberikan panduan langsung untuk komunitas gereja milik kita.
1. Kita perlu membentuk komisi ekologi gereja untuk mengawal program lingkungan.
2. Kita harus mengintegrasikan kurikulum ekoteologi dalam Pendidikan Agama Kristen.
3. Kita wajib menerapkan gerakan gereja hijau melalui bank sampah jemaat dan transisi energi terbarukan.
4. Kita perlu menyelenggarakan retret spiritualitas alam untuk menguatkan ikatan emosional umat dengan ciptaan.
5. Kita harus memasukkan doa bumi dan Season of Creation dalam kalender liturgi gereja.

TARGET PEMBACA

Karya ini memberikan kerangka panduan bagi pendeta dan pemimpin gereja. Mahasiswa teologi dan aktivis lingkungan menemukan panduan advokasi ekologis di sini.

Buku ini mengubah wacana doktrinal menjadi praksis pelayanan yang memulihkan bumi.

Kita hidup di era Antroposen di mana tindakan manusia menentukan kondisi planet. Krisis ekologi adalah krisis kesadaran spiritual.

Buku Peran Gereja Dalam Membangun Kesadaran Ekologis karya Dr. Dharma Leksana memberikan kerangka panduan bagi gereja untuk merespons krisis ini.

Poin penting dari buku ini:
• Gereja perlu beralih dari paradigma antroposentris menuju ekosentris.
• Kesadaran ekologis menuntut integrasi dimensi kognitif dan afektif serta konatif.
• Kita harus menerapkan pastoral ekologis dan liturgi kosmik dalam ibadah.
• Pendidikan Agama Kristen wajib memasukkan kurikulum ekoteologi transdisipliner.
• Gereja Indonesia memiliki potensi besar sebagai agen advokasi keadilan ekologis.

Segera baca buku ini untuk membentuk iman milik kita yang peduli terhadap kelestarian bumi.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Peran Gereja Dalam Membangun Kesadaran Ekologis”