Obral!

Jurnalisme Profetik: Jurnalisme Sebagai Suara Nurani Publik di Era Digital

Harga aslinya adalah: Rp150.Harga saat ini adalah: Rp80.

Sinopsis: Menemukan Kembali Nurani Pers

Dunia hari ini tidak sedang kekurangan informasi, melainkan sedang mengalami krisis kebenaran. Di tengah banjir hoaks, manipulasi algoritma, dan dominasi clickbait, jurnalisme sering kali kehilangan arah dan terjebak dalam industri viralitas.

Dalam buku ini, Dr. Dharma Leksana mengajukan gagasan radikal namun relevan: Jurnalisme Profetik. Model jurnalisme ini tidak hanya berhenti pada penyampaian fakta, tetapi bergerak sebagai instrumen moral yang membela kemanusiaan, menyuarakan keadilan, dan menjadi “anjing penjaga” (watchdog) terhadap penyalahgunaan kekuasaan di ruang digital. Melalui pendekatan lintas agama dan humanis, penulis menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar pembuat konten (content creator), melainkan penjaga nurani publik.

Kategori: Tag:

Deskripsi

RESENSI BUKU Jurnalisme Profetik

Identitas Buku
• Judul: Jurnalisme Profetik: Jurnalisme Sebagai Suara Nurani Publik di Era Digital
• Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
• Penerbit: PT Dharma Leksana Media Group
• Tahun Terbit: Mei 2026
• Edisi: Pertama
• Topik Utama: Etika Media, Jurnalisme Kenabian, Literasi Digital, dan Demokrasi

Poin-Poin Utama & Keunggulan Buku

• Tesis Utama: “Semakin Digital Dunia, Semakin Diperlukan Jurnalisme Profetik.” Penulis berargumen bahwa di era AI dan post-truth, kredibilitas media adalah aset yang tidak bisa ditawar.
• 10 Prinsip Jurnalisme Profetik: Buku ini membedah panduan praktis bagi insan pers, mulai dari keberpihakan pada kebenaran, pembelaan terhadap kelompok tertindas, hingga pengutamaan verifikasi di atas kecepatan.
• Analisis Era Post-Truth: Mengupas tuntas fenomena di mana emosi mengalahkan fakta, peran buzzer politik, dan bagaimana algoritma menciptakan ruang gema (echo chamber) yang memecah belah masyarakat.
• Perspektif Lintas Agama & Sejarah: Menelusuri akar semangat kenabian dalam berbagai tradisi (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha) serta sejarah pers perjuangan Indonesia dari tokoh seperti Tirto Adhi Soerjo hingga Mochtar Lubis.
• Solusi Masa Depan: Memberikan rekomendasi strategis bagi media konvensional untuk bertransformasi dari sekadar industri menjadi pelayanan publik yang berbasis integritas.

Mengapa Anda Harus Membaca Buku Ini?

Buku ini adalah bacaan wajib bagi:
1. Jurnalis & Praktisi Media: Sebagai kompas etika di tengah tekanan industri dan teknologi.
2. Akademisi & Mahasiswa: Referensi komprehensif mengenai sosiologi media dan etika komunikasi.
3. Aktivis & Pegiat Media Sosial: Memahami cara menggunakan platform digital untuk advokasi sosial yang bertanggung jawab.
4. Masyarakat Umum: Panduan literasi agar lebih kritis dalam menyaring informasi di tengah kebisingan digital.

Kata Kunci

#JurnalismeProfetik, #EtikaMedia, #DharmaLeksana, #LiterasiDigital, #PostTruth, #KedaulatanInformasi, #BelaKemanusiaan, #PersIndonesia, #JurnalismeDigital, #VoiceOfProphetic, #SuaraNuraniPublik, #BukuJurnalistik2026, #MediaIntegritas, #LawanHoaks, #KeadilanSosial

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Jurnalisme Profetik: Jurnalisme Sebagai Suara Nurani Publik di Era Digital”