Obral!

The Future of Education of Christianity: Learning Beyond the Classroom

Harga aslinya adalah: Rp150.Harga saat ini adalah: Rp80.

Peradaban digital mengubah cara umat kita belajar dan berinteraksi. Riset Pusat Kajian Literasi Digital Kominfo mencatat lebih dari 58 persen konten yang memicu polarisasi di ruang digital Indonesia berkaitan dengan isu agama.

Data ini menunjukkan urgensi literasi digital dan moderasi beragama. Buku ini hadir menjawab tantangan tersebut. Penulis merumuskan ulang Pendidikan Agama Kristen agar relevan menghadapi era AI generatif dan agentic AI.

Kita memerlukan kerangka teologis dan pedagogis baru untuk membimbing peserta didik di tengah banjir informasi.

Buku ini membangun argumen berdasarkan teori ekologi media Marshall McLuhan dan teori masyarakat jaringan Manuel Castells.

Kategori: , Tag: ,

Deskripsi

RESENSI BUKU THE FUTURE OF EDUCATION OF CHRISTIANITY

Identitas Buku Judul: The Future of Education of Christianity: Learning Beyond the Classroom

Penulis: Dr. Dharma Leksana M.Th. M.Si. dan Pdt. Dr. Johanes Imanuel Tuwaidan S.Th. M.Min.

Penerbit: PT Dharma Leksana Media Group
Tahun Terbit: 2025

Peradaban digital mengubah cara umat kita belajar dan berinteraksi. Riset Pusat Kajian Literasi Digital Kominfo mencatat lebih dari 58 persen konten yang memicu polarisasi di ruang digital Indonesia berkaitan dengan isu agama.

Data ini menunjukkan urgensi literasi digital dan moderasi beragama. Buku ini hadir menjawab tantangan tersebut. Penulis merumuskan ulang Pendidikan Agama Kristen agar relevan menghadapi era AI generatif dan agentic AI.

Kita memerlukan kerangka teologis dan pedagogis baru untuk membimbing peserta didik di tengah banjir informasi.

Buku ini membangun argumen berdasarkan teori ekologi media Marshall McLuhan dan teori masyarakat jaringan Manuel Castells.

Penulis menjelaskan pergeseran epistemologi belajar dari era lisan hingga era agentic AI. Pendidikan Agama Kristen tidak lagi terbatas pada transfer pengetahuan di dalam kelas fisik. Pembelajaran terjadi dalam ekosistem digital yang cair. Konsep inkarnasi digital menjadi landasan teologis utama. Gereja dan sekolah Kristen harus hadir secara autentik di ruang siber untuk membentuk persekutuan digital yang sehat.

Penulis menyertakan data empiris dari studi kasus gereja di Indonesia. Implementasi katekese digital di GPIB meningkatkan partisipasi kaum muda sebesar 35 persen pada tahun 2021 hingga 2023. Buku ini memberikan panduan langsung untuk praktisi.

Kita menemukan desain Kurikulum PAK 5.0 yang memadukan pembelajaran hibrida dan Extended Reality. Modul microlearning dan nanocatechesis membantu retensi pengetahuan Alkitab dalam ritme harian generasi digital.

Kecerdasan buatan mengotomatisasi penyampaian informasi. Guru Kristen bertransformasi menjadi mentor kebijaksanaan. Tugas utama guru kini memfasilitasi diskernemen moral dan pendampingan spiritual. Buku ini menyediakan rubrik penilaian dan standar operasional prosedur etika AI untuk mencegah plagiarisme dan bias algoritmik.

Berikut poin penting untuk kampanye promosi di media sosial kita:
1. Transformasi PAK: Buku ini memindahkan pusat pembelajaran dari kelas fisik menuju ekosistem digital yang holistik.
2. Kurikulum PAK 5.0: Tersedia blueprint lengkap yang mengintegrasikan teologi dan teknologi Extended Reality.
3. Etika AI: Dilengkapi SOP manajemen risiko dan kode etik AI untuk sekolah dan gereja.
4. Studi Kasus Nyata: Membedah praktik baik dari GPIB dan GBI yang berhasil meningkatkan keterlibatan jemaat muda.
5. Panduan Guru: Mengubah peran pengajar menjadi mentor kebijaksanaan di era kecerdasan buatan.

Buku ini menyediakan instrumen praktis bagi pendeta dan guru Pendidikan Agama Kristen. Kita memiliki akses ke template kurikulum dan lembar kerja pembelajaran XR. Pembaca langsung menerapkan konsep agentic Christian education di institusi masing masing. Karya ini memperkuat fondasi teologi digital dan memastikan formasi iman tetap berakar pada kebenaran di tengah perubahan teknologi.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “The Future of Education of Christianity: Learning Beyond the Classroom”