Obral!

Kajian Teologis Okultisme di Era Digital

Harga aslinya adalah: Rp200.Harga saat ini adalah: Rp125.

Buku ini adalah jembatan antara iman dan algoritma, antara tradisi teologis dan dunia siber yang terus berubah. Ia menuntun pembaca untuk berpikir kritis, merenung, dan mengenali kembali batas antara iman yang sejati dan spiritualitas ilusi.

 

Karya ini bukan hanya refleksi akademik, tetapi manifesto iman di tengah dunia yang makin digital, namun tetap lapar akan misteri.

 

📚 Data Buku

  • Judul: Kajian Teologis Okultisme di Era Digital: Transformasi Praktik Okultisme dalam Ruang Digital dan Respons Teologinya
  • Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
  • Penerbit: PWGI.ORG / Penerbit Mandiri
  • Tahun Terbit: 2025
  • Tebal: ±360 halaman

 

Deskripsi

Buku “Kajian Teologis Okultisme di Era Digital” karya Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si (PWGI, 2025)

 

🔹 Cakrawala Baru Teologi di Tengah Bayang-Bayang Digital

 

Buku Kajian Teologis Okultisme di Era Digital bukan sekadar kajian tentang praktik mistik atau kepercayaan kuno. Ia adalah peta teologis atas kebangkitan kembali “spiritualitas gelap” di zaman algoritma—sebuah karya yang berani menjembatani teologi klasik dengan fenomena post-human abad ke-21.

 

Dr. Dharma Leksana menghadirkan refleksi sistematis yang bergerak dari akar kata occultus (“yang tersembunyi”) hingga bagaimana “roh-roh baru” beroperasi di dunia digital melalui algoritma, kecerdasan buatan, hingga komodifikasi spiritual di media sosial.

 

🔹 Struktur dan Pendekatan Ilmiah

 

Buku ini terdiri atas 10 bab besar dan satu epilog, disusun secara progresif:

  • Bab awal menelusuri sejarah okultisme dari Mesir, Yunani, hingga Renaisans.
  • Bab pertengahan mengupas psikologi, fenomenologi, dan sosiologi okultisme—dengan rujukan dari Jung, Foucault, Nietzsche, dan Eliade.
  • Bab inti (4–6) menguji transformasi okultisme di era digital, dari cyberwitchcraft hingga “AI Oracle” dan tarot bot.
  • Bab akhir (7–10) menyajikan tinjauan biblika, etika, dan teologi moral, serta refleksi pastoral atas tantangan iman di dunia yang semakin “disihir” oleh data dan teknologi.

 

Pendekatan yang digunakan interdisipliner: teologis, filosofis, psikologis, dan kultural. Setiap bab diperkaya dengan catatan kaki akademik gaya Chicago, yang menunjukkan riset mendalam dan keterhubungan dengan wacana global teologi kontemporer.

 

🔹 Gagasan Sentral

 

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana tapi tajam:

“Apakah misteri spiritual kini telah berpindah dari kuil dan altar menuju ruang digital?”

 

Dr. Dharma menjawabnya dengan konsep “okultisme digital” — yaitu praktik spiritual non-transenden yang beroperasi melalui teknologi. Fenomena seperti “digital shaman”, “WitchTok”, hingga “algoritma sebagai entitas gaib baru” dibaca bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai bentuk pencarian makna di tengah kehampaan modernitas.

 

Dalam kerangka teologi, ia menegaskan bahwa iman Kristen dipanggil bukan sekadar menolak, melainkan menafsir ulang misteri. Gereja perlu memahami dunia digital sebagai medan baru pelayanan dan discernment, bukan hanya ancaman.

 

🔹 Keunggulan dan Kontribusi

  1. Orisinalitas tema – nyaris belum ada karya teologi Indonesia yang mengulas okultisme dan teknologi secara simultan.
  2. Riset lintas disiplin – menggabungkan sosiologi, filsafat, teologi, dan studi media digital.
  3. Relevansi pastoral – menyentuh isu real: pengaruh influencer spiritual, konsumsi konten mistik, dan fenomena “iman instan” di media sosial.
  4. Bahasa ilmiah-populer – akademis, tapi tetap mengalir dan komunikatif bagi pembaca umum.

 

🔹 Pesan Teologis

 

Inti refleksi buku ini mengingatkan:

 

“Okultisme adalah cermin dari kerinduan manusia terhadap misteri yang hilang—namun sekaligus godaan untuk menguasai misteri itu sendiri.”

 

Dengan gaya yang reflektif, penulis menempatkan iman Kristen bukan di posisi menghakimi, melainkan menyembuhkan haus spiritual manusia modern melalui terang Kristus.

 

🔹 Siapa yang Perlu Membaca

  • Mahasiswa dan dosen teologi
  • Pendeta, katekis, dan konselor rohani
  • Pemerhati budaya digital, psikologi agama, dan komunikasi iman
  • Pembaca umum yang ingin memahami mengapa “okultisme” kembali hidup di zaman teknologi tinggi

 

🔹 Kesimpulan

 

Buku ini adalah jembatan antara iman dan algoritma, antara tradisi teologis dan dunia siber yang terus berubah. Ia menuntun pembaca untuk berpikir kritis, merenung, dan mengenali kembali batas antara iman yang sejati dan spiritualitas ilusi.

 

Karya ini bukan hanya refleksi akademik, tetapi manifesto iman di tengah dunia yang makin digital, namun tetap lapar akan misteri.

 

📚 Data Buku

  • Judul: Kajian Teologis Okultisme di Era Digital: Transformasi Praktik Okultisme dalam Ruang Digital dan Respons Teologinya
  • Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
  • Penerbit: PWGI.ORG / Penerbit Mandiri
  • Tahun Terbit: 2025
  • Tebal: ±360 halaman

 

 

Kata Kunci: teologi digital, okultisme modern, cyber occultism, iman kristen, spiritualitas digital, algoritma dan agama, teologi kontemporer, Dr. Dharma Leksana

 

Hashtag:
#OkultismeDigital #TeologiKontemporer #DharmaLeksana #PWGI #SpiritualitasEraDigital #CyberTheology #FaithAndTechnology #BukuTeologiTerbaru #TeologiDigital #BudayaSiber

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Kajian Teologis Okultisme di Era Digital”