Obral!

NOVEL KURSI UNTUK SEORANG GEMBALA

Harga aslinya adalah: Rp250.000.Harga saat ini adalah: Rp150.

Apa yang terjadi ketika seorang gembala jiwa dipanggil mendekat ke ruang-ruang dingin kekuasaan?

Pertanyaan mendasar inilah yang menjadi fondasi utama Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. dalam menyusun karya fiksi sosiologis-teologisnya yang bernas, Kursi untuk Seorang Gembala. Lewat ketebalan 444 halaman, novel ini menyajikan narasi empiris, sistematis, dan logis mengenai dilema moral kepemimpinan agama ketika berhadapan dengan janji efisiensi serta godaan legitimasi politik.

Deskripsi

Resensi Novel “Kursi untuk Seorang Gembala”

Informasi Buku
• Judul Novel: Kursi untuk Seorang Gembala
• Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
• Penerbit: PT. Dharma Leksana Media Group
• Tahun Terbit: 2026
• ISBN : Sedang diajukan
• Keterangan Fisik: xxxvii + 444 hlm.; 14,5 cm x 21 cm

Menguji Hati di Lingkaran Kekuasaan: Antara Kursi Empuk dan Suara Kenabian

Apa yang terjadi ketika seorang gembala jiwa dipanggil mendekat ke ruang-ruang dingin kekuasaan? Pertanyaan mendasar inilah yang menjadi fondasi utama Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. dalam menyusun karya fiksi sosiologis-teologisnya yang bernas, Kursi untuk Seorang Gembala. Lewat ketebalan 444 halaman, novel ini menyajikan narasi empiris, sistematis, dan logis mengenai dilema moral kepemimpinan agama ketika berhadapan dengan janji efisiensi serta godaan legitimasi politik.

Dilema Pendeta Samuel Latu dan Realitas Teluk Nira

Tokoh utama kisah ini adalah Pendeta Samuel Latu, Ketua Umum Persekutuan Gereja Nusantara (PGN) yang menerima tawaran menjadi anggota Dewan Penasihat Kepala Negara. Di balik niat baiknya untuk mempercepat bantuan kemanusiaan dan membuka akses dialog, Samuel dihadapkan pada realitas lapangan yang getir di Teluk Nira. Enam puluh tujuh keluarga nelayan terancam terdepak dari tanah kelahirannya demi proyek Pelabuhan Samudra Baru.

Konflik memuncak ketika investigasi jurnalis muda Nara Wening menemukan indikasi manipulasi administrasi: dokumen persetujuan warga memuat nama Yusuf Mahina, warga yang sudah meninggal dua tahun sebelumnya. Tanda tangan tokoh adat Pak Haling dipalsukan, sementara pemagaran wilayah dan pergerakan alat berat dilakukan secara intimidatif di tengah malam. Samuel terjebak di persimpangan jalan—bertahan pada janji manis relokasi Bukit Harapan yang terisolasi dari laut, atau berani mengakui ketakutannya akan kehilangan akses kekuasaan.

Insight Praktis dan Pembelajaran Tata Kelola

Secara empiris, novel ini tidak sekadar menjual kemelut emosional, melainkan memberikan kerangka tindakan praktis bagi organisasi sosial dan keagamaan. Beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik meliputi:
• Sistem Mengalahkan Niat Baik: Niat murni seorang pimpinan tidak cukup jika tidak dipagari oleh tata kelola yang transparan. Kepercayaan publik harus ditopang oleh sistem, bukan figur individual.
• Keberanian Koreksi Diri: Kebenaran membutuhkan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan. Ketika Samuel membaca ulang catatan pribadinya, ia menyadari bahwa diamnya berakar dari ketakutan kehilangan kursi, yang membawanya pada pengunduran diri secara terhormat.
• Jurnalisme dan Etika Publik: Melalui karakter Nara, kita diingatkan pentingnya diferensiasi fakta, ketelitian atribusi, dan keteguhan menerbitkan koreksi tanpa mengorbankan substansi kebenaran.

Catatan Penting untuk Pembaca Media Sosial
• Identitas Kepemimpinan: Tinggi rendahnya nilai seorang gembala tidak ditentukan oleh tingginya kursi kekuasaan, melainkan arah hati orang yang duduk di atasnya.
• Batas Akses Kekuasaan: Akses politik memang mempercepat bantuan, tetapi harganya sering kali berupa daya kritis dan keberanian membela rakyat kecil.
• Suara Kenabian: Tugas utama lembaga pelayanan bukanlah mempertahankan posisi di dalam istana, melainkan menemani mereka yang tertahan dan menunggu di luar pintu kekuasaan.

Rekomendasi

Kursi untuk Seorang Gembala karya Dr. Dharma Leksana adalah bacaan wajib bagi para akademisi, aktivis kemanusiaan, rohaniwan, jurnalis, serta pembuat kebijakan public. Novel ini menyajikan refleksi kritis yang renyah namun tajam mengenai cara kita mengelola relasi antara iman, etika, dan kekuasaan di era modern. Kita diajak untuk menatap kembali fungsi sejati kepemimpinan: seberapa dekat kita tetap berdiri bersama mereka yang paling rentan dan tersisih.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “NOVEL KURSI UNTUK SEORANG GEMBALA”