Obral!

NOVEL PERJUMPAAN DENGAN ALLAH YANG MISTERI DI BELANTARA DIGITAL

Harga aslinya adalah: Rp200.Harga saat ini adalah: Rp125.

Novel Perjumpaan Dengan Allah di Belantara Digital karya Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. merupakan karya berbobot tinggi yang wajib dibaca oleh akademisi, praktisi teknologi, pemimpin rohani, dan seluruh masyarakat di era siber. Karya ini memberi kompas moral agar kita tidak tersesat di dalam rimba algoritma, melainkan mampu hadir secara utuh, sadar, dan beriman di tengah peradaban digital.

Diterbitkan secara resmi oleh PT. DHARMA LEKSANA MEDIA GROUP, Jakarta. Edisi Pertama, 20 Agustus 2026.

Kategori: , Tag: ,

Deskripsi

RESENSI NOVEL FILSAFAT
Menemukan Keheningan dan Makna Allah di Tengah Belantara Algoritma
Tinjauan Atas Novel Perjumpaan Dengan Allah di Belantara Digital

Baca Ebooknya dapat dilihat dibawah ini:

Identitas Buku & Legalitas Penerbit

• Judul Buku: PERJUMPAAN DENGAN ALLAH DI BELANTARA DIGITAL (Novel Filsafat tentang Tuhan, Manusia dan Teknologi)

• Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.

• Penerbit: PT. DHARMA LEKSANA MEDIA GROUP

• SK-KUMHAM: NOMOR AHU-0072639.AH.01.01.TAHUN 2022

• NPWP: 61.286.378.7-025.000

• Hak Cipta: © 2026 oleh Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. Semua hak dilindungi undang-undang.

• Kota Terbit: Jakarta

• Tahun Terbit: 20 Agustus 2026 (Edisi Pertama)

• ISBN: (Sedang diajukan)

• Desain & Layout: Tim PWGI Creative Studio

• Genre: Novel Filsafat

• Tebal Buku: 378 Halaman

• Dicetak di: Indonesia

1. Pendahuluan: Paradoks Peradaban Berlayar

Peradaban digital abad ke-21 menempatkan kita pada kontradiksi eksistensial yang tajam. Kita terhubung secara konstan melalui jaringan internet global, namun kecemasan dan kesepian justru menyebar tanpa kendali. Informasi melimpah ruah di ruang publik, tetapi kebijaksanaan hidup semakin langka. Semakin canggih algoritma memprediksi perilaku manusia, semakin penting kita mempertanyakan apakah kita masih memiliki kebebasan sejati.

Karya monumental Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. berjudul Perjumpaan Dengan Allah di Belantara Digital hadir menjawab kegelisahan ini melalui pendekatan filsafat dan teologi yang empiris, sistematis, logis, serta sangat relevan dengan dinamika era kecerdasan buatan (AI). Melalui novel filsafat tebal 378 halaman ini, kita diajak menelusuri perjalanan eksistensial seorang tokoh bernama Daniel Pramudya. Penulis menyusupkan wawasan mendalam bahwa persoalan peradaban siber bukan semata-mata kecanggihan teknologi itu sendiri, melainkan arah dan orientasi relasi manusia terhadap perangkat berlayar yang kita genggam setiap hari.

2. Alur Storyline & Dialektika Para Tokoh

Kisah berfokus pada Daniel Pramudya, seorang penulis lepas berusia 35 tahun dan mantan mahasiswa filsafat yang meninggalkan gereja akibat kecewa terhadap kemunafikan praktisi keagamaan. Daniel mengalami kekosongan batin di tengah serbuan notifikasi digital tanpa henti. Sebuah surel misterius mengarahkannya pada serangkaian perjumpaan filosofis lintas disiplin yang terstruktur secara empiris:

• Perjumpaan dengan Prof. Yoga (Filsafat Ketuhanan): Membuka wawasan Daniel untuk membedakan antara gambaran manusia tentang Tuhan dan hakikat Allah yang melampaui konsep, serta mengkritik kebiasaan manusia modern yang menyamakan akumulasi informasi dengan kebijaksanaan.

• Perjumpaan dengan Pendeta Martha (Iman Kristen yang Hidup): Di sebuah gereja desa bersahaja, Daniel memahami Allah sebagai Pribadi yang menyatakan diri dalam sejarah dan relasi Tritunggal, bukan sekadar konstruksi logis ala Aristoteles.

• Perjumpaan dengan Dr. Raditya (Konferensi Teknologi & Transhumanisme): Membedah wacana AI, big data, dan transhumanisme. Diskusi ini memaparkan bagaimana teknologi berisiko mengambil alih fungsi-fungsi ilahi (mahatahu, mahahadir) tanpa dibekali otoritas moral dan pemaknaan.

• Perjumpaan dengan Pdt. Sarah (Gereja Digital via Zoom): Menguji batas-batas sakramen, presensi fisik, dan relasi pastoral di ruang maya, menguraikan bahwa koneksi teknologis tidak otomatis menghasilkan kehadiran relasional.

• Perjumpaan dengan Leo (Hackathon & Programmer Ateis): Menguji argumen tentang determinisme algoritmik, kebebasan berkehendak (free will), dan asal-usul moralitas manusia.

Puncak narasi ditandai dengan keputusan radikal Daniel untuk menjalani Puasa Digital selama 40 Hari. Dalam hening tanpa gangguan layar, Daniel mengalami rekonstruksi batin: ia belajar berhenti, mendengarkan, dan menegaskan prinsip digital stewardship—menggunakan teknologi tanpa pernah menyembahnya.

3. Insight Praktis & Poin Penting untuk Media Sosial

Berikut adalah insight praktis yang bisa langsung kita terapkan dalam berinteraksi dengan dunia digital:

• Prinsip Digital Stewardship: Teknologi adalah sarana pelayanan, pendidikan, dan keadilan, bukan objek penyembahan. Otoritas moral mutlak tetap berada pada manusia yang berorientasi kepada Allah.

• Perbedaan Data dan Makna: Kecerdasan buatan sanggup memproses data dan prediksi linier, tetapi tidak sanggup memberikan makna atas penderitaan, kasih, pengampunan, dan pengorbanan.

• Reclaim Silence (Merebut Keheningan): Untuk mengenali kehadiran Allah di belantara digital, kita memerlukan disiplin keheningan. Tidak semua waktu kosong harus diisi dengan konten.

• Relasi Nyata Melampaui Koneksi: Jumlah pengikut dan koneksi digital tidak menggantikan kehadiran fisik dan empati sejati.

• Penilaian Rohani (Discernment): Kita dituntut kritis menggunakan AI dan platform digital agar tidak menyerahkan kebebasan berpikir serta otoritas moral kita kepada algoritma.

4. Keunggulan Buku

• Sistematika Dialektis yang Mapan: Novel ini mengawinkan teori teologi-filsafat klasik (Plato, Aquinas, Kierkegaard) dengan persoalan riil abad digital (AGI, algoritma, transhumanisme) secara rapi.

• Bahasa Jelas dan Informatif: Penulis berhasil menyampaikan gagasan teologis yang rumit dengan narasi yang aktif, lugas, informatif, dan langsung menyentuh realitas sehari-hari.

• Dilengkapi Lampiran Praktikal: Buku ini memuat panduan operasional seperti Panduan Puasa Digital 40 Hari, Panduan Etika Kristen Digital, serta Glosarium Teologi dan Teknologi yang berdaya guna tinggi bagi pembaca.

5. Kesimpulan

Novel Perjumpaan Dengan Allah di Belantara Digital karya Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si. merupakan karya berbobot tinggi yang wajib dibaca oleh akademisi, praktisi teknologi, pemimpin rohani, dan seluruh masyarakat di era siber. Karya ini memberi kompas moral agar kita tidak tersesat di dalam rimba algoritma, melainkan mampu hadir secara utuh, sadar, dan beriman di tengah peradaban digital.

Diterbitkan secara resmi oleh PT. DHARMA LEKSANA MEDIA GROUP, Jakarta. Edisi Pertama, 20 Agustus 2026.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “NOVEL PERJUMPAAN DENGAN ALLAH YANG MISTERI DI BELANTARA DIGITAL”