Deskripsi
Judul: Liturgi Algoritmik: Ibadah, Identitas dan Iman Kristen di Era
Penulis: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
Kota Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2025
ISBN: (Sedang diajukan)
Desain & Layout: Tim PWGI Creative Studio
Kata Pengantar: Dr. Dharma Leksana, M.Th., M.Si.
Dicetak di Indonesia
Edisi Pertama, 02 Desember Tahun 2025
Penerbit:
PT. DHARMA LEKSANA MEDIA GROUP
SK-KUMHAM NOMOR AHU-0072639.AH.01.01.TAHUN 2022
NPWP: 61.286.378.7-025.000
Gedung Juang Semar Suryakencana
Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A Lt.3
Kebon Kelapa – Gambir, Jakarta Pusat 10440
Tlp. (+6281) 82303839
Website : https://penerbitdharmaleksana.com
E-mail: admin@penerbitdharmaleksana.com
xxi+ 108 hlm, ; 14,5 cm x 21 cm
BACA E-booknya silakan klik link dibawah ini :
Buku Liturgi Algoritmik adalah sebuah perjalanan intelektual dan spiritual yang membawa pembaca menelusuri pertemuan dramatis antara iman Kristen dan teknologi modern. Dunia digital menghadirkan kemungkinan baru-ibadah online, live streaming, komunitas virtual, metaverse – namun juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar: Dapatkah kehadiran digital menggantikan kehadiran tubuh? Bagaimana sakramen bertahan di tengah virtualitas? Mungkinkah ritme sabbath hidup di tengah budaya scroll tanpa henti?
Dimulai dengan sejarah liturgia sejak Gereja Perdana hingga era digital, buku ini menunjukkan bahwa liturgi selalu mengalami transformasi, tetapi tetap memiliki fondasi yang stabil: kehadiran, komunitas, ritme dan transendensi. Namun di dunia yang dikendalikan algoritma, ritus-ritus budaya baru-scroll, swipe, like, share-mulai mengambil fungsi seperti liturgi: membentuk kebiasaan, imajinasi, bahkan keinginan terdalam manusia.
Menghadirkan pemikiran Schmemann, Guardini, Rahner, McLuhan, Byung-Chul Han, Castells, Heidi Campbell hingga Charles Taylor, buku ini menjembatani teologi dengan teori media dan filsafat budaya kontemporer. Pembaca diajak melihat bahwa tantangan digital bukan hanya teknis, tetapi spiritual: hilangnya keheningan, kehadiran dan formasi karakter yang stabil.
Menuju bagian akhir, Liturgi Algoritmik menawarkan peta jalan praktis dan teologis: bagaimana gereja dapat merancang ibadah digital yang sakral, bagaimana komunitas hybrid dapat hidup sehat hingga bagaimana memulihkan ritme rohani di tengah dunia yang serba cepat. Bab penutup membuka ruang imajinasi liturgi masa depan-termasuk etika AI, kemungkinan metaverse dan posisi sakramen di tengah teknologi imersif.
Buku ini adalah panduan esensial bagi siapa saja yang ingin mengerti dunia digital dengan lebih bijaksana sekaligus tetap berakar pada tradisi iman yang mendalam. Ia menantang, meneguhkan, tetapi juga membuka harapan.






Ulasan
Belum ada ulasan.